Social Icons

12 October 2011

SAINT SEBASTIAN


The Patron Saint SebastianWhat is the definition of the Patron Saints and why were these people, such as Saint Sebastian, chosen to become patrons of causes, professions and countries? The term 'Patron' is  used in Christian religions, including the Roman Catholic religion, to describe holy and virtuous men and women  who are considered to be a defender of a specific group of people or of a country. There is a patron for  virtually every cause, country, profession or special interest. There are two categories of saints: martyrs  and confessors. A martyr is one who is put to death for his Christian faith or convictions.
 Saint Sebastian preached the Christian message in Rome during the time that Christians were persecuted.

02 October 2011

TERKUNGKUNG DALAM KEBIASAAN, TERJERAT DALAM KESEMPATAN


Sapaan seorang sahabat untuk para sahabat,

            Sebagian orang seperti katak dalam tempurung sehingga melihat dan menilai segala sesuatu sebagai benar atau salah,  dosa atau tidaknya dari standard kebiasaan yang dihidupinya, sementara yang lain menikmati kehidupan mereka tanpa nilai moral dan agama yang sebenarnya mau membantu untuk menghormati diri dan martabatnya sebagai manusia.

“TERKUKUNG DALAM KEBIASAAN TERJERAT DALAM KESEMPATAN”

“Mengutuk keadaan tertentu adalah tindakan mengurung dan membatasi jiwa untuk menikmati hidup sebagai sebuah anugrah.”


            Kebiasaan yang paling bagus di negeri orang adalah ketika saling bertemu sebagai saudara sebangsa dan setanah air, apalagi di kalangan para bujang abadi seperi para romo dan suster.Demikianlah kebiasaan kami di Manila, hari  ulang tahun atau teman yang telah menyelesaikan sekolah, selalu menjadi kesempatan untuk bertemu satu dengan yang lain biar pun hanya untuk sekedar canda tawa sambil menikmati hasil masakan beberapa romo dan suster yang memang jago memasak (Kami yang lain kan cuma jago makan saja..hehehehe..)

MUJIZAT EKARISTI (HOSTI & ANGGUR)


LANCIANO, sekitar 700 M
Mukjizat Ekaristi LancianoLanciano adalah sebuah kota kecil di pesisir Laut Adriatic di Italia. Lanciano berarti “tombak”. Menurut tradisi, Santo Longinus, prajurit yang menikamkan tombaknya ke lambung Yesus hingga mengalir Darah dan Air (Yoh 19:34), berasal dari Lanciano. Longinus bertobat setelah peristiwa penyaliban dan di kemudian hari wafat sebagai martir demi imannya.

Pada masa terjadinya mukjizat Ekaristi ini, suatu bidaah (ajaran sesat) menyebar dalam Gereja menentang ajaran tentang Kehadiran Nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi. Dalam hati seorang imam timbul keragu-raguan dan keragu-raguannya itu semakin lama semakin kuat. Suatu pagi, saat Konsekrasi dalam perayaan Misa, tubuhnya gemetar dan berguncang hebat. Di hadapan umat, ia menunjukkan apa yang telah terjadi.

Hosti telah berubah menjadi Daging dan anggur menjadi Darah!

Mukjizat ini terjadi hampir 1300 tahun yang silam dan berlangsung hingga kini. Sekitar tahun 1970-an dilakukan penelitian dan hasilnya membuktikan bahwa daging tersebut adalah jaringan jantung manusia dan darahnya adalah darah manusia, keduanya memiliki golongan darah AB. Darah memiliki karakteristik darah hidup dan tidak diketemukan adanya bahan pengawet atau sejenisnya, baik dalam daging maupun dalam darah. Kami merenungkan mukjizat Lanciano dengan Kitab Suci:

02 September 2011

MISSIONARY OF THE EUCHARISTIS HEART OF JESUS


Anak-anak, Aku mengundangmu
untuk bertobat secara pribadi.
Saat ini adalah bagimu!
Tanpa kalian, rencana Allah
tidak dapat direalisasikan.
Anak-anakKu, berkembanglah
dari hari ke hari makin dekat kepada Allah,
melalui DOA.

Aku memberimu senjata
untuk melawan Goliatmu.
Inilah keriki-kerikil mu :

·      Berdoa dengan hati : Rosario
·      Ekaristi
·      Kitab Suci
·      Berpuasa
·      Pengakuan Dosa setiap bulan




MISSIONARY OF THE EUCHARISTIS HEART OF JESUS
PESAN BUNDA MARIA KEPADA CATALINA LAY
SAAT SELAMA MENGHAYATI MISA KUDUS BERLANGSUNG

31 August 2011

MISTERI KOTA REINHA (5)


MISTERI KOTA REINHA (5)


Hari ini Senin (25/7) saya berencana pergi membeli tiket bus ke Kupang. Saya masih singgah di rumahnya tanta di sudut jalan. Tanta bilang, “Kami juga mau ke Kupang hari Selasa (26/7) malam. Nanti saya pesankan tiket juga buat kamu. Begitulah kata tanta pada saya. Okelah kalau begitu, saya tak perlu capek-capek ke agen bus.

Tapi hati ini gelisahnya minta ampun. Siapakah yang telah mengambil sirih-pinang yang saya bawa dari Konga? Tak ada satupun yang mengambilnya. Aneh. Hati gelisah sehari penuh.

Esoknya, kurang lebih jam sembilan bersama ojek saya pergi ke rumahnya tanta Lusia Diaz. Sesampainya di sana ada juga om (adik dari tanta Lusia Diaz) duduk bersama tanta di kamar tamu. Saya cerita tentang sirih-pinang yang hilang. Om bilang, “Saya kenal dengan orang yang bisa bantu kamu”. Saya menjawab, “Kalau begitu tunggu sebentar, saya pergi mengambil motor”. Saya pulang ke rumah dan meminta motor yang dipakai adik saya ke rumah sakit.

Tapi anehnya, saat ke rumahnya tanta, saya mengikuti jalan yang lainnya. Bukan jalan yang pagi tadi saya lalui bersama ojek. Kalau jalur yang satu ini, saya harus melalui depan rumahnya om yang selalu mengantar “Bapa tua” yang dikasihi Tuhan. Tepat di depan rumahnya om, saya singgah sebentar. Setelah bercerita pada om tentang sirih-pinang, om bilang nanti saya telpon “Bapa tua”. Kau tunggu sebentar. Om meminta adik sepupu saya untuk menelpon “Bapa tua”. “Bapa tua” mengiyakan. Beliau akan datang. Tunggu disitu. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Saya makan disitu. Selesai makan, om bilang, “Lebih baik kamu ke rumahnya tanta Lusia Diaz. Karena saya lagi kerja ini. Nanti kamu duduk sendirian saja”. Saya juga mengiyakan saja. Segera saya menuju ke rumahnya tanta.

MISTERI KOTA REINHA (4)


MISTERI KOTA REINHA (4)


Saya lanjut lagi sambungan MKR yang ketiga.

Isi SMS memberitau bahwa bapak saya sudah koma. Dan hendak di bawa ke rumah sakit. Saya membalas SMS ipar dan memberitau bahwa saya akan turun di pelabuhan Kota Reinha. Ada juga om yang menelpon dari Atambua dan memberitau hal yang sama. Setelah tiba di pelabuhan Kota Reinha, saya dan Cici turun dari Sirimau dengan berdesak-desakan bersama penumpang yang akan menuju ke Makassar.
Tiket yang saya beli adalah tujuan Makassar tapi Tuhan berkehendak lain. Di pelabuhan sudah ada tanta dari Pante Besar yang menunggu untuk menjemput kami berdua.


22 August 2011

MISTERI KOTA REINHA (3)


MISTERI KOTA REINHA (3)

Hari ini 17-an di Lembang (Lembang=Desa) kami. Tulisan ke-2 saya perbaiki sana-sini. Sebenarnya saya juga mau ke Kantor Lembang Kapala Pitu untuk mengikuti perayaan 17 Agustus di sana. Tapi dingin sekali pagi ini. Hati ini enggan beranjak dari depan Compaq Presario ini. Saatnya menyeterika dehh…. hehehe
Selesai seterika pakaian dinas untuk esok, saya langsung melanjutkan cerita ini. Jangan bosan dengan kata-kata saya yaaa… maklumlah, saya bukan ahli Bahasa Indonesia hehehe…
Seisi rumah sudah berangkat ke lapangan upacara 17-an. Tinggal saya seorang diri di depan notebook ini. Sendiri lagi dehh…

Jari-jariku mulai menari-nari lagi di atas keyboard diiringi lagu rohani “BAHASA CINTA” yang di nyanyikan Emilia Contessa.
Pada kesempatan ini juga saya mengucapkan terima kasih buat ayahanda tercinta dan om Bonnie Fernandez sekeluarga di LasianaKupang. Karena beliau berdua inilah jari-jariku bisa menari dengan lincahnya di atas tuts keyboard computer. Juga ucapan terima kasih buat Centrum Mahasiswa di Wali Kota --- Kupang. Masih adakah Centrum Mahasiswa (milik Keuskupan Agung Kupang ) di Wali Kota? Atas jasa-jasa mereka inilah saya bisa mendapat pekerjaan hingga saat ini. Terima kasih juga buat instruktur-instruktur di Centrum Mahasiswa (ketiga instruktur itu berasal dari Kota Reinha). Saya jadi teringat dengan seorang teman cewe saat itu yang selalu pulang bersama saya setiap hari. Cuma dia sendiri yang menjadi pesaing saya saat itu. Cewe itu tamatan SMEA. Tapi jari-jarinya juga begitu lincahnya bermain-main di atas tuts keyboard. Saya lupa namanya. Jika kamu membaca ini kawanku, tersenyumlah karena saya masih ingat dirimu (ngelantur.com) hahaha….

Lanjut ahh….
Beberapa hari kemudian… Saya berkeliling kota Atambua menggunakan motor Yupiter Z milik ipar saya yang tinggal di perumahan Rai Belu. Tiba di Tenubot, saya menyempatkan diri mampir ke rumahnya om Jack K. Di sini saya mendapat informasi tentang seorang Pastor yang bisa menyembuhkan orang sakit karena black magic.