Social Icons

11 June 2011

JASAD ORANG KUDUS YANG TETAP AWET HINGGA SAAT INI

Sekedar menjaga agar foto-foto orang-orang Kudus ini tidak hilang jika yang empunya foto-foto menghapus postingannya atau menghapus blognya. Data lainnya juga berasal dari http://bughisy-anda.blogspot.com

Selama bertahun-tahun Gereja Katolik Roma telah menemukan jenasah/jasad beberapa orang kudus yang masih dalam keadaan utuh. Berikut ini saya postingkan daftar orang kudus yang hingga kini kondisi mayatnya masih utuh dan menjadi tujuan para peziarah.
Memang ada juga jenazah orang Kudus yang diberi lilin agar tetap awet dan ada juga yang tidak diberi obat/zat apapun.


Sto. = Santo
Sta. = Santa

Berikut Santo/Santa yang jasadnya tetap awet hingga saat ini:


Santo Silvan (meninggal kurang lebih tahun 350)
Tidak banyak yang diketahui tentang Santo Silvan kecuali bahwa ia menjadi martir pada abad keempat. Pada tubuh (mayat) utuhnya, tampak bekas tebasan besar di lehernya, sebuah petunjuk jelas untuk kemartirannya. Salib bordir di bagian depan jubanya menunjukkan bahwa ia mungkin telah menjadi imam atau pastur. Tubuh Santo Silvan yang masih utuh sampai sekarang ditempatkan di Gereja St Blaise di Dubrovnik, Kroasia.


Santa Clara dari Assisi 

Terlahir dari keluarga kaya di Assisi, Italia, 16 Juli 1194, Clara kecil sudah membenci dengan gaya hidup orang kaya. 20 Maret 1212 dia kabur dari keluarga untuk masuk biara San Damiano dan menjalani hidup sangat sederhana. Ketika pasukan Frederick II menghancurkan lembah Spoleto, 1234, Suster Clara ikut mengusir para serdadu hanya dengan mengangkat 'Piala Sakramen Maha Kudus' membuat para serdadu silau dan lari terbirit-birit.
Santa Clara meninggal di Assisi 11 Agustus 1253. Baru pada 23 September 1850, peti jenazahnya digali dan dibuka. Daging dan pakaian susternya masih utuh. Tubuhnya sekarang disimpan di ruang bawah tanah Santa Chiara, Italia.




Santa Zita

Saint Zita (c. 1212 - 27 April 1272) adalah santa pelindung para pelayan dan pembantu rumah tangga. Dia juga mengimbau agar dapat membantu menemukan kunci hilang. Zita sering berkata kepada orang lain bahwa pengabdian adalah salah jika malas.
Terlahir di Monsagrati,Tuscany - Italia tahun 1212, Zita kecil sudah menjadi budak di keluarga Fatinelli sejak usia 12 tahun, dengan perlakuan tidak manusiawi. Setelah dibaptis secara Katolik, dia tetap melakukan pekerjaan budaknya dengan sungguh-sungguh karena menganggapnya sebagai pembuktian iman kepada Tuhan. Moto hidupnya: pengabdian adalah palsu jika tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh. Selama hidup dia mengabdikan diri untuk membantu kaum budak. Ketika wafatnya, 27 April 1272, banyak yang melihat malaikat di atas loteng kamarnya. 
Tubuhnya digali tahun 1580, ditemukan sepenuhnya utuh. Oleh Gereja Katolik, Zita dikanonisasi (diangkat sebagai orang kudus) tahun 1696, dan menetapkan tanggal 27 April sebagai hari Santa Zita. Hingga kini banyak peziarah yang bisa melihat tubuh 'incorrupt' (utuh) Santa Zita di Gereja Basilika San Frediano, Lucca-Italia.




Santa Clara dari Montefalco

Lahir 1268 dari keluarga kaya namun beragama di Montefalco, Italia. Clara kecil dikenal sangat cerdas dan patuh kepada agama. Memutuskan untuk masuk biara di usia muda dan mengabdikan diri untuk kehidupan beragama. Hingga kemudian suster Clara diangkat menjadi kepala biara. Kedekatannya dengan Tuhan - dikatakan - membuatnya bisa bercakap-cakap langsung dengan Tuhan.
Meninggal 17 Agustus 1308 akibat penyakit hati yang aneh. Sebelum meninggal suster Clara berpesan kepada adik-adiknya agar mengambil 'hati' nya untuk menemukan salib Kristus. Operasi dilakukan untuk mengambil organ hati nya dan hingga kini baik 'hati' maupun tubuhnya masih tetap utuh, tersimpan di Gereja Salib Suci di Montefalco, Italia.




Santa Agnes dari Montepulciano
Agnes kecil masuk biara Montepulciano. Empat tahun kemudian, Paus meminta agar ia membantu mendirikan sebuah biara baru di Procena, dan pada usia lima belas, ia menjadi superior biara. Suster Agnes, diberkati dengan berbagai visi, menerima Ekaristi Kudus dari seorang malaikat dan memegang Bayi Yesus dalam pelukannya. Dia meninggal pada tahun 1317, dan tubuhnya sepenuhnya utuh tersimpan di Gereja St Agnes di Montepulciano, Italia.


Santa Margaret dari Castello
Margaret (1287-1320) terlahir cacat; bungkuk, cebol, buta dan lumpuh. Tak ada yang mampu menyembuhkannya. Orang tua Margaret memasungnya selama 14 tahun di dalam sebuah ruangan di samping kapel, dia tidak bisa melarikan diri tapi bisa menghadiri misa kudus harian dan menerima sakramen-sakramen, dan orang menjulukinya 'orang cacat yang kudus'. Menjalani sepanjang hidup dengan berbaring dan berdoa, Margaret dianugerahi kemampuan untuk menyembuhkan orang cacat. Banyak yang sudah datang kepadanya dan berhasil disembuhkan. Hingga akhirnya Margaret meninggal ditempat pasungannya. Jenasahnya masih utuh dan sekarang disimpan di bawah altar utama Gereja Santo Domenico di Citta-di-Castello, Italia.


Santa Rita dari Cascia
Rita lahir tahun 1381. Ketika berumur 15 tahun, orang tuanya menentang keinginannya untuk masuk biara dan mengawinkannya secara paksa. Rita hidup dengan suami yang kejam, dikaruniai 2 anak yang selalu dipukuli ayahnya. Sebelum meninggal, suaminya sempat bertobat atas bujukan Rita dan menerima Sakramen Perminyakan Suci. Kedua anaknya mati muda, itupun setelah bertobat atas nasehat ibunya. Sepeninggalan suami dan anaknya, Rita menghabiskan 16 tahun sisa hidupnya untuk membiara dan menerima stigmata yang secara fisik sangat menyiksa tubuhnya. Namun senyum kebahagiaan selalu menghiasi wajahnya hingga meninggal 22 Mei 1457. Jenasahnya masih utuh dan disimpan di Gereja Basilika St Rita di Cascia, Italia.


Santa Catherine dari Bologna

Lahir di Bologna, Italia, 9 Maret 1413, dan sejak kecil sangat dekat dengan putri seorang diplomatik Marquis dari Ferrara, sampai akhirnya hubungan mereka terpisahkan ketika sang putri menikah dan Catherine memutuskan untuk masuk biara Fransiskan. Dalam kesehariannya di biara Catherine sangat dikagumi karena kesuciannya. 
Dalam masa puasa tahun 1463, Catherine menjadi sakit keras dan meninggal pada tanggal 9 Maret dan tubuhnya dikubur tanpa peti. Namun 18 hari kemudian kuburnya digali karena orang-orang mencium bau wangi muncul dari liangnya. Tubuhnya ditemukan sepenuhnya utuh dan hingga hari ini, disimpan di Gereja biara Clare Miskin di Bologna. Beberapa tahun setelah kematiannya, muncul penampakan dirinya di biara Fransiskan yang meminta agar jenasahnya diposisikan duduk. Oleh Gereja Katolik Catherine dikanonisasi menjadi seorang  santa pada tahun 1712.




Santa Germaine Cousin

Germaine lahir tahun 1579 di Pibra, Prancis. Ibunya meninggal ketika melahirkannya, dan malangnya lagi Germaine lahir dengan tangan cacat dengan bawaan penyakit kelenjar. Ayahnya menikah lagi, dan oleh istri keduanya Germaine disuruh tinggal di kandang binatang peliharaan supaya tidak menulari saudara-saudara tirinya. 
Kesehariannya Germaine mengabdikan diri sebagai sakristan (orang yang mempersiapkan misa kudus di gereja). Sebagai orang cacat, miskin dan menderita membuatnya sangat dekat dengan Santa Perawan Maria.
Suatu ketika dia membuat sebuah keajaiban. Ketika musim hujan tiba, air sungai pasang menghalangi umat menyebrang sungai untuk pergi ke gereja. Germaine memohon kepada Bunda Maria, dan akhirnya membelah air pasang tersebut sehingga umat bisa tiba di seberang tanpa basah sedikitpun. 
Suatu hari di musim panas tahun 1601, orang menemukan tubuhnya sudah meninggal, terbaring di atas tumpukan ranting anggur kering sebagai alas tidur sehari-harinya. Ia meninggal di usia 22 tahun dan dimakamkan di sebelah gereja tempatnya mengabdi. Tahun 1644, ketika kuburnya digali dan rencananya akan dipindahkan untuk keperluan perluasan gereja, tubuh Germaine ditemukan segar dan utuh. Hingga kini jenasahnya di simpan di Gereja Pibrac, Perancis.




Santo Vincent De Paul

Bercita-cita menjadi seorang pastur. Setelah menamatkan studinya, tahun 1600 Vincent de Paul menerima Sakramen Imamat dan ditugaskan di Marseilles. Suatu ketika, Vincent melakukan perjalanan ke Toulouse, ketika sedang berlayar dia ditangkap oleh bajak laut Turki dan dibawa ke Tunisia untuk dijual sebagai budak. Dia berhasil melarikan diri dan kembali melanjutkan pengabdiannya membantu orang miskin, lumpuh dan sakit hingga akhir hayatnya.
Meninggal 27 September 1660 di usia ke 80 tahun akibat sakit jantung. Kemudian oleh Paus Benediktus XIII, tanggal 13 Agustus 1729 Vincent dinyatakan sebagai 'Beato', dan oleh Paus Clement XII dikanonisasi pada 16 Juni 1737. Jantungnya hingga kini masih utuh sepenuhnya, disematkan di dalam patung lilin tubuhnya dan disimpan di Gereja Gereja St Vincent de Paul di Paris.




Santa Margaret Maria Alacoque

Lahir 22 Juli 1647 di L'Hautecourt, Burgundy - Perancis. Ketika ia masih muda, Margaret disembuhkan oleh mukjizat visi Perawan Maria, yang mendorong dia untuk memberikan hidupnya untuk Tuhan. Pada 1671, dia bergabung dengan Ordo Visitasi di Paray-le-Monial, Perancis. 
Margaret banyak menerima wahyu dari Tuhan selama hidupnya, dan salah satu wahyu termasuk '12 Janji Tuhan' bagi mereka yang mengabdikan diri untuk 'Hati Kudus Yesus'. Santa Margaret Maria Alacoque dinobatkan sebagai pelindung umat untuk Hati Kudus dan pelindung penderita polio. Hingga kini organ hati nya masih utuh dan disematkan dalam patung lilinnya di kapel biara dari Ordo Visitasi di Paray, Perancis.




Santa Veronica Giuliani

Veronica lahir di Mercatello, Urbino - Italia, tahun 1660 dengan nama kecil 'Ursula'. Ia sudah menunjukkan tanda-tanda kesucian yang luar biasa sejak kecil. Ketika berumur 18 bulan, Veronica sudah bisa memaki seorang penjual minyak palsu, "Ini tidak adil, Tuhan melihat Anda!". Di usianya yang ke 3, dia sudah pintar berkomunikasi, dan mulai menunjukkan kasih sayangnya kepada orang miskin.
Ketika dewasa, Ursula jatuh sakit akibat keinginan ayahnya yang memaksanya untuk menikah. Sang ayah mengalah, dan Ursula sembuh. Tahun 1677 dia masuk biara St Clara di Castello dan memilih nama Veronica sebagai nama novisiatnya. Menjalani kehidupan rohani di biara selama 34 tahun memberikannya siksaan fisik luar biasa untuk mendapatkan stigmata; mahkota duri dan salib yang tertusuk di organ hatinya dan membuatnya meninggal di tahun 1694. Dikanonisasi oleh Paus Gregory XVI pada tahun 1839.
Jenasahnya masih tetap utuh dan cantik yang kini disimpan di Biara St Veronica Giuliani di Castello, Italia.





Santo Jean Marie Vianney

Jean Marie Vianney dilahirkan di Perancis, 8 Mei 1786, di masa Revolusi Perancis. Kebanggaanya melihat para pastur yang menyamar di medan perang untuk memberikan Sakramen kepada para serdadu, membuatnya bercita-cita untuk menjadi salah satu dari mereka. Ibunya mendidik dia untuk dekat dengan Bunda Maria, dan selalu berdoa agar putranya kelak menjadi pastur.
Cita-citanya kesampaian, Jean Marie Vianney akhirnya ditahbiskan menjadi Pastur di usia yang cukup muda. Namun pastur-pastur senior tidak mengijinkannya memberi Sakramen Pengakuan Dosa karena masih dianggap terlalu 'bodoh'. Akhirnya Pastur Vianney dikirim (dibuang) ke sebuah kota kecil bernama Ars. Tuhan berkehendak lain. Dari situ, dia memberikan pelayanan kepada setiap orang yang ingin mengaku dosa dan dibantu oleh asistennya, Pastur Philomena, dia mendoakan orang-orang sakit dan melancarkan jalan Tuhan untuk memberi kesembuhan. Berbondong-bondong orang dari seluruh Eropa berdatangan ke Ars untuk mengaku dosa dan minta kesembuhan, membuatnya bekerja hingga 16 jam setiap harinya.
Pastur Vianney meninggal 4 Agustus 1859, seluruh Eropa berkabung kehilangan salah satu Bapa Pengakuan Dosa terbaik pada masa itu. Kuburnya digali tahun 1904, dan jenasahnya ditemukan masih utuh dan hingga kini disimpan di Gereja Basilika Ars.




Santa Catherine Laboure

Lahir 2 Mei 1806 sebagai anak ke 9 dari 11 bersaudara. Ketika ibunya meninggal di usianya ke 9, Catherine langsung mengangkat Bunda Maria sebagai ibu keduanya. Kedekatannya dengan Bunda Maria dan visinya terhadap Santo Vincent de Paul, memberikannya banyak penampakan. Suatu hari Bunda Maria menampakkan diri dan memberinya 'Medali Wasiat' dan berpesan kepadanya. "Semua yang mengenakan medali ini akan menerima rahmat yang besar."
Berkat bantuannya, akhirnya banyak orang jahat yang bertobat dan kembali ke jalan Tuhan. Dalam waktu singkat, 'medali' ini pun disebarkan ke mana-mana.
Catherine meninggal 31 Desember 1876, dan ketika makamnya digali kembali  57 tahun kemudian (1933) jenasahnya ditemukan segar, sama seperti yang pada hari itu dikubur, matanya tetap biru dan indah, posisi lengan dan kaki nya masih lentur seolah-olah ia sedang tidur. Jenasahnya saat ini disimpan di dalam kotak kaca di kapel Putri Kasih di 140 Rue de Bac di Paris, Perancis.




Santa Bernadette Soubirous

Bernadette, lahir tahun 1844 dari keluarga miskin di Lourdes, Perancis. Masa kecilnya sakit-sakitan, pertumbuhannya sangat lambat, begitu pula studinya, karena sakit asma bawaan yang dideritanya.
Suatu hari, 11 Februari 1858, Bernadette dan adiknya pergi mengumpulkan kayu bakar. Di tengah hutan, ia melihat seorang wanita cantik berpakaian biru putih sangat indah, tersenyum kepadanya sambil membuat tanda salib dari rosario terbuat dari gading dan emas. Sontak Bernadette berlutut, mengambil rosario sendiri dan mulai berdoa 'Salam Maria'. Penampakan ini terulang hingga 17 kali, dan dipenampakan terakhir Bunda Maria memintanya untuk masuk ke sebuah gua kecil dan menggali tanahnya dengan tangan. Dari situ muncul air mancur ajaib yang sekarang dikenal dengan 'Mata Air Lourdes'.
Di usia ke 22, Bernadette menjadi biarawan. Bawaanya yang sakit-sakitan membuat suster yang lain sering memarahinya dan menjulukinya sebagai 'pemalas'. Bernadette hanya menjawab,"Tugas saya adalah menjadi sakit."
Suster Bernadette meninggal 16 April di 1879. 8 Desember 1933, Gereja Katolik mengkanonisasi dan menobatkan hari tersebut sebagai perayaan Maria Imakulata. Jenasah Santa Bernadette yang utuh sekarang disimpan di Biara Gildard, Nevers - Perancis.




Santo Yohanes Bosco
Bosco dilahirkan di Becchi, sebuah dusun lereng bukit dekat Castelnuovo, Piedmont, Italia, 16 Agustus 1815. Ayahnya meninggal di usianya ke 2, membuatnya harus bekerja keras untuk bersekolah sekaligus menggembalakan ternak. Tahun 1835 masuk seminari di Chieri hingga ditahbiskan menjadi pastur oleh Uskup Agung Franzoni dari Turin. Sejak itu, tugas utamanya adalah mengunjungi penjara dan memberikan pelayanan kepada para gelandangan.

Tahun 1842, Pastur Don Bosco berhasil membuat panti asuhan kecil yang menampung 20 anak. Bulan Maret di tahun yang sama, jumlahnya menjadi 30, dan akhirnya di tahun 1846 Don Bosco harus menyediakan gedung besar untuk menampung lebih dari 400 anak.

Meninggal pada 31 Januari 1888, dan jenasahnya masih utuh disimpan di Biara Basilika Maria Bantuan Kami di Turin, Italia, tepat di samping jenasah utuh Santa Maria Mazzarello.



Saint Maria Mazzarello

Bernama kecil Maria Domenica, ia lahir 9 Mei 1837, di Mornese, Alessandria.  Semasa kecil sudah muncul jiwa kepemimpinannya. Umur 15 tahun masuk ke Asosiasi Putri Maria Imakulata dan memulai kegiatan kerasulannya.Tahun 1872 Don Bosco (Santo Yohanes Bosco) memilihnya sebagai Pemimpin Kongregasional Asosiasi ini. Dia banyak melibatkan kaum muda untuk menjalani kehidupan beragama. Moto hidupnya adalah "Carilah Tuhan, kepadaNya kita datang melalui kehidupan cinta, tanggung jawab dalam pekerjaan, ketulusan dan kerendahan hati,  dan kesederhanaan hidup. " 
Maria Domenica meninggal di Nizza, Monferrato, 14 Mei 1881. Jenasah utuhnya dihormati di Basilika Maria Bantuan Kami, di Turin, Italia.




Santa Maria Goretti

Maria Goretti lahir 16 Oktober 1890 dari keluarga petani di Ferrire, Italia. Mereka mengabdi kepada keluarga kaya Serenelli. Maria adalah seorang pekerja keras membantu orang tua, dan seorang beriman kuat. Keinginannya untuk menerima Komuni Pertama sangat besar dan membayangkan betapa indahnya bisa menerima Kristus dalam Ekaristi Kudus setiap hari.
Putra Serenelli - Alessandro, yang berumur 19 tahun adalah seorang anak yang nakal dan berniat buruk terhadap Maria. Suatu hari, 5 Juli 1902 ia mencoba memperkosa Maria yang dalam keadaan sakit dengan ancaman pisau. Karena Maria menolak, Alessandro menikam Maria sebanyak 14 kali.
Maria dibawa ke rumah sakit, namun jiwanya tak tertolong. Sebelum meninggal, Maria mengatakan kepada Pastur yang memberikan Sakramen Minyak Suci, "Saya memaafkan dia dengan segenap hati saya, dan saya ingin dia datang ke surga!". Maria meninggal sambil tersenyum memandang ke arah gambar Bunda Maria yang ada ditembok rumah sakit.
Kurang dari lima puluh tahun kemudian, Maria Goretti dinyatakan sebagai santa dan martir. Alessandro yang sudah menjalani masa tahanan 30 tahun di penjara turut hadir beserta ibunya untuk acara kanonisasi. Jenasah utuhnya masih tetap cantik dan hingga kini disimpan di Gereja Our Lady of Mercy di Nettuno, Italia.


Saint Teresa Margaret, usia mayat 238 tahun, meninggal tahun 1770
19 Maret 1934, Paus Pius XI mengadakan Beata Teresa Margaret dari Hati Kudus dalam daftar orang-orang kudus. Di Jerman, santo baru ini hampir tidak dikenal di luar Ordo Karmel. Hidupnya tenang dan tersembunyi. Dia meninggal pada 7 Maret 1770 pada usia 22, dan dari umur pendek, dia menghabiskan lima tahun di biara Carmelite di Florence. Dia tidak dilakukan perbuatan yang cemerlang, menarik perhatian, juga tidak reputasinya mencapai dunia yang lebih luas. Dia menghabiskan hidupnya hidup dengan tenang dan dengan kebajikan.





Blessed Pope Piux IX, Usia mayat 130 tahun, meninggal tahun 1878
Paus Pius IX (13 Mei 1792 - 7 Februari 1878) 
Memerintah sebagai Paus Gereja Katolik Roma dari pemilihan di 16 Juni 1846, sampai kematiannya lebih dari 31 tahun kemudian pada tahun 1878. Pius IX terpilih sebagai kandidat dari sayap liberal dan moderat di College of Cardinals, mengikuti kepausan Paus Gregorius XVI. Awalnya simpati untuk reformasi demokrasi dan modernisasi di Italia dan di Gereja, Pius menjadi semakin konservatif setelah ia digulingkan sebagai penguasa temporal dari Negara-negara Kepausan pada peristiwa yang mengikuti Revolusi 1848.


Blessed Pope John XXIII, Usia mayat 45 tahun, meninggal tahun 1963
Paus Yohanes XXIII (Latin: Ioannes XXIII PP; Italia:. Giovanni XXIII), November 25, 1881-3 Juni1963.
Terpilih sebagai Paus Gereja Katolik dan berdaulat di Kota Vatikan pada tanggal 28, 1958. Dia mengadakan Konsili Vatikan II (1962-1965) tetapi tidak hidup untuk melihat itu sampai selesai, meninggal pada tanggal 3 Juni 1963, dua bulan setelah selesainya akhir ensiklik-nya, Pacem in Terris. Dia dibeatifikasi pada tanggal 3 September 2000, bersama dengan Paus Pius IX, para paus pertama sejak Paus St Pius X untuk menerima kehormatan ini.



Beberapa argumen yang bisa diajukan untuk para skeptis

Asumsi skeptis pertama:
Situsasi alamiah (bukan supranatural) kuburan yang mendukung peristiwa Incorrupted bodies.

Pembuktian yang harus mereka lakukan:

  1. mayat Sta. Bernadette haruslah tidak mengalami oksidasi ---> http://www.catholicpilgrims.com/lourdes/  sebaliknya: Rosario St Bernadete teroksidasi ---> situasi semacam ini sudah seharusnya membusukkan jasad Sta. Bernadette tetapi ternyata Jasad Sta. Bernadette tidak membusuk.
  2. Survei jasad-jasad lain di daerah pemakaman yang sama, Jika benar Incorrupted bodies dikarenakan peristiwa alamiah, maka jasad lainpun di daerah yang sama seharusnya mengalami Incorrupted bodies.

Opini Skeptis yang kedua:
Pelilinan

Pembuktian yang harus mereka lakukan:

  1. Bagian yang tidak dililin harus mengalami corruption Bodies, maka asumsi mereka dibenarkan bahwa incorruption bodies terjadi hanya karena pelilinan. Tapi sayang sekali, bagian yang tidak dililinpun tetap utuh, bagian ini tidak dapat disangkal para skeptis. Contoh jelas adalah Sto. John Vianney (http://home.gwi.net/~thefinns/patrick/ar/) yang dililin hanya wajahnya, bagian lain tidak. Toh yang tidak membusuk bukan cuma wajahnya, bagian lain juga "ikut awet". Disamping itu jantungnya juga mengalami Incorruption... http://www.smwa.org/documents/Heart_St_J/. Bagian lain yang tidak membusuk adalah organ dalam, ini penting sebab pengawetan buatan benar2 berhasil hanya kalau organ dalamnya dikosongkan, jika tidak maka bagian organ dalam akan hancur dan tubuh mereka seharusnya mengempis, dan dari mata hidung serta mulut mengeluarkan berbagai cairan sehingga lilinpun bisa rusak. Maka untuk mensukseskan pengawetan buatan, bagian organ dalam harus dikeluarkan (Mummy) tetapi kita bisa lihat sendiri bagaimana berbedanya kondisi Mummy dengan Para Kudus. Hal inipun tidak bisa dijawab skeptis.
  2. Lilin yang digunakan haruslah memang berfungsi sebagai pengawetan. Pelilinan lebih dimaksudkan untuk tata rias Jasad, bukannya untuk mengawetkan. Karenanya, pelilinan agaknya tidak bisa mengawetkan jasad, hanya saja sebagai kosmetik, hanya saja lilin sifatnya awet sehingga para Kudus tidak perlu di permak terus menerus. artinya sekalipun lilin sifatnya sangat lama, apabila tubuh tidak diberi karunia Incorrupted-bodies, tubuh tetap akan merusak maka mereka harus melakukan percobaan dengan jenis lilin yang sama atas jasad lain selama 10 tahun saja dan kemudian dilihat bagaimana hasilnya apakah sebanding dengan para Kudus. Anehnya pembuktian ini tidak dilakukan oleh Skeptis


Hal yang tidak diperhatikan oleh skeptis:
Mereka lupa kalau ada beberapa fenomena Jasad Para Kudus bukan cuma tidak membusuk, tetapi masih ada fenomena lain: mereka mengeluarkan bau harum atau setidak-tidaknya tidak mengeluarkan bau busuk. Keharuman di sana bukan keharuman yang bisa ditemui di dunia ini, karena itu diberi nama "Keharuman surgawi".

Kalau skeptis berasumsi itu adalah keharuman buatan, maka mereka harus membuat/menemukan parfum/wewangian yang sama, jika sudah ditemukan (kalau memang ketemu) mereka harus bisa menunjukkan zat kimia pembentuk wewangian itu juga ditemukan di tubuhnya. Hal ini masih gagal dilakukan para skeptik hingga saat ini.




Tuisan lainnya bisa Anda baca di:
http://www.carmelia.net/index.php/artikel/spiritualitas/132-jenazah-yang-tak-rusak-benarkah-bukti-kekudusan 
Post a Comment