Social Icons

29 March 2011

RENUNGAN: "HILANGNYA MAHKOTA SI LILY"


Sapaan seorang sahabat untuk para sahabat,

"Mempersalahkan anak-anak muda, putra-putri kita rasanya tidak akan menyelesaikan masalah. Karena itu, sebaiknya kita sadar bahwa kita pun turut mengambil bagian dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan banyak orang muda melakukan tindakan tak terpuji di masa muda mereka. Kisah si Lily kiranya menjadi cermin dan peringatan bagi kita untuk berbenah diri mulai sekarang."
  
"HILANGNYA MAHKOTA SI LILY"
  
"Gonggongan atau cakaran di pintu gerbang menjadi tanda bahwa si lily telah kembali dari petualangannya sehingga siapun romo yang mendengarnya bergerak untuk membuka pintu dan mempersilakan si Lily untuk memasuki istananya."


Si Lily adalah nama seekor anjing betina yang ketika saya datang dan tinggal di tempat kost yang baru pada awal bulan Februari yang lalu masih nampak muda, gesit, lincah dan lucu. Ia berlari ke sana ke mari di lokasi halaman depan komunitas kami yang berukuran 10x15cm meter itu dengan gembira setiap saat. Salah satu keunggulan si Lily adalah tak pernah masuk di ruang tamu atau dapur rumah kami. Jika ia lapar atau haus maka ia biasanya duduk di muka pintu dapur sebagai tanda bahwa ia membutuhkan makanan. Si Lily sangat akrab dengan setiap pengunjung dengan cara selalu bermain dengan siapa saja yang datang mengunjungi komunitas kami.

Seiring berlalunya waktu kini si Lily telah menjadi anjing betina muda yang lucu dan elok dipandang mata. Sejak awal bulan ini, si Lily biasanya menggonggong seakan meminta; romo, berilah aku waktu untuk menghirup udara bebas. Maklum si Lily mengalami kesepian seorang diri di halaman rumah kami yang berpagar tinggi dan tertutup itu. Mendengar gonggongan si Lily para romo pun merasa iba maka biasanya gerbang pintu dibuka pada pagi, sore atau bahkan malam hari untuk si Lily. Kembali dari petualangannya si Lily nampak gembira dan ceria ketika pintu gerbang dibuka karena gonggongan atau cakaran si Lily di pintu gerbang. Apa yang terjadi sekarang pada si Lily? Ternyata ia telah bunting (hamil). Wow, ternyata apa yang dibuat oleh si Lily dalam masa petualangannya yakni bercinta dengan kekasih hatinya di luar rumah. Akibatnya, kelincahannya sebagai seekor anjing betina muda pun berangsur mulai hilang. Keelokan tubuhnya pun mulai berkurang seiring dengan semakin membesarnya perut si Lily. Oh, si Lily, mahkota indahmu telah hilang bahkan rusak akibat nalurimu yang tak terkontrol. Tapi, apa artinya suara kasihan bagi si Lily? Ia hanyalah seekor anjing (binatang) yang mengikuti naluri kebinatangannya.

Saudaraku yang terkasih,
Aku hanya datang dalam kesadaranmu sebagai seorang saudara ini dan membisikan di telinga dan hatimu bahwa banyak remaja, putra-putri kita pun terjerat dalam kelakuan yang sama seperti si Lily. Di kamar pengakuan terdengar kisah sedih banyak remaja yang mengakui kegiatan sexualnya sebelum nikah. Di luar sana, khususnya di Manila Anda akan bertemu banyak gadis muda dengan bayi tanpa ada lelaki yang berani mengakui dan memperkenalkan diri sebagai ayah dari bayi dari wanita-wanita muda yang sementara hamil itu. Sungguh, sebuah kebobrokan akhlak telah melanda dunia orang muda zaman ini. Menuding orang-orang muda sebagai pihak yang salah tentunya bukan sikap yang bijak dari kita sebagai orang tua. Mereka memang bersalah karena tidak mengontrol kehidupan, nafsu dan keinganan mereka, tetapi kita pun dengan sadar atau tidak terlibat dalam menciptakan peluang ini. Bukankah para romo-lah yang membuka gerbang rumah membiarkan si Lily pergi tanpa kontrol yang ketat? Bukankah para romo tidak mencari si Lily bila waktu yang telah digunakan sudah terlalu panjang dan lama? Demikian pun apa yang kita perbuat sebagai orang tua terhadap orang muda, terhadap putra-putri kita di zaman ini. Tanpa perlu membandingkan masa lalu dengan masa sekarang tapi inilah yang terjadi bahwa apa yang "tabu" dalam masyarakat di masa lalu kini seakan menjadi hak yang harus dinikmati bebas oleh setiap orang muda.

Saudaraku,
Jika Anda membaca tulisan tentang si Lily maka saya hanya mau mengatakan kepadamu bahwa ada sebuah bahaya besar sedang melanda generasi muda kita. Mereka mungkin berpikir bahwa inilah dunia mereka, inilah kebebasan mereka, inilah hak mereka, tapi kita adalah orang tua mereka, kita adalah pihak yang dipercayakan oleh Tuhan untuk membimbing mereka. Aku hanya mengingatkanmu sebagai saudaraku bahwa penyesalan kemudian tidak bisa menyembuhkan luka yang kita sendiri telah berpartisipasi menciptakan dalam jiwa orang muda, putra-putri kita. Tulisan ini tidak mau mengatakan bahwa semua orang muda telah bobrok dan jahat sifat tabiatnya, namun kiranya menjadi peringatan bagi kita semua, baik orang tua maupun generasi muda, putra putri kita untuk tidak mengalami seperti si Lily anjing kami. Ya, si Lily hanyalah seekor anjing (binatang) tetapi generasi muda, putra-putri kita adalah generasi penerus bangsa dan Gereja kita. Mereka adalah manusia yang harus diperlakukan sebagai manusia pula.  Kepada para peniten yang mengakui dosa sex pra-nikah aku selalu menasehati; Putra-putriku yang terkasih...sungguh indah dan menjadi anugerah yang luar biasa ketika Tuhan memberikan kita kebebasan, nafsu dan keinginan, tetapi lebih mengagumkan lagi bahwa Tuhan  melengkapinya dengan semacam "remote control" yakni otak dan hatimu untuk mengontrolnya. Apa pun yang terjadi, Anda adalah ratu dan raja atas hidupmu. Orang lain boleh membantu memberimu nasehat tapi Anda sendirilah yang harus membuat keputusan atas apa yang boleh atau tidaknya Anda harus nikmati dalam hidupmu. Tuhan telah memberi talenta yang luar biasa bagimu sejak Anda diciptakan  maka pergunakanlah itu dengan baik dan benar sesuai maksud dan tujuan semuanya itu diberikan kepadamu.

Akhirnya, bagi yang memiliki anak, semoga tulisan ini membantumu mengingatkan putra-putrimu. Sedangkan bagi kami yang lain, masih terbuka banyak kesempatan dan waktu untuk mengingatkan generasi muda yang dipercayakan kepada kami. Demikian pun bagi generasi muda yang membaca renungan malam ini semoga menjadi peringatan dini bagimu. Marilah kita mohon Tuhan membantu kita semua dengan rahmat-Nya, terutama generasi muda kita untuk menghormati keluhuran martabat dan tubuh mereka di masa muda mereka.


Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat,

Post a Comment