Social Icons

02 September 2011

MISSIONARY OF THE EUCHARISTIS HEART OF JESUS


Anak-anak, Aku mengundangmu
untuk bertobat secara pribadi.
Saat ini adalah bagimu!
Tanpa kalian, rencana Allah
tidak dapat direalisasikan.
Anak-anakKu, berkembanglah
dari hari ke hari makin dekat kepada Allah,
melalui DOA.

Aku memberimu senjata
untuk melawan Goliatmu.
Inilah keriki-kerikil mu :

·      Berdoa dengan hati : Rosario
·      Ekaristi
·      Kitab Suci
·      Berpuasa
·      Pengakuan Dosa setiap bulan




MISSIONARY OF THE EUCHARISTIS HEART OF JESUS
PESAN BUNDA MARIA KEPADA CATALINA LAY
SAAT SELAMA MENGHAYATI MISA KUDUS BERLANGSUNG


1.       LITURGI TOBAT
Bunda Maria berkata:
a.       “Dari lubuk hatimu yang terdalam, mohon pada Allah untuk mengampuni kesalahanmu yang telah menyakitiNya. Dengan demikian, kamu dapat secara layak turut ambil bagian dalam Misa Kudus yang istimewa ini.”
b.       “Mengapa kamu semua tiba pada saat-saat terakhir sebelum Misa di mulai? Kamu seharusnya tiba lebih awal supaya dapat berdoa dan mohon pada Allah untuk mengirimkan Roh Kudus yang memberi damai, yang menyucikan, yang menghapus kekhawatiran dan masalah, dan yang menghibur kamu sehingga memungkinkan kamu berada dalam kesucian. Tetapi, kamu tiba saat Misa sudah dimulai, seolah-olah itu hanya peristiwa biasa, tanpa mempersiapkan hati.”

2.       KEMULIAAN
Bunda Maria berkata: (saat lagu dinyanyikan)
“Muliakanlah Allah Tri Tunggal Maha Kudus dengan segenap hati dan cintamu dengan kesadaran bahwa engkau adalah ciptaanNya.”

3.       LITURGI SABDA
Bunda Maria  mengajak: Untuk mengulangi kata-kata yang diucapkanNya, “Ya Allah, hari ini saya ingin mendengarkan sabdaMu dan menghasilkan buah yang berlimpah. Semoga Roh Kudus, menyucikan lubuk hatiku, supaya perkataanMu tumbuh dan berkembang, sucikan hatiku sehingga dapat berkelakuan baik.”
Bunda Maria berkata:
“Saya minta kamu menyimak bacaan dan seluruh khotbah Imam. Ingatlah yang dikatakan dalam Kitab Suci bahwa perkataan Allah tidak akan kembali tanpa menghasilkan buah. Jika kamu menyimak, sesuatu dari semua yang kamu dengar akan berkesan dan tinggal dalam hatimu. Kamu harus berusaha untuk mengingatnya sepanjang hari. Terkadang mungkin hanya 2 ayat atau mungkin 1 perikop, atau mungkin hanya 1 kata. Hayati dan renungkan itu sepanjang hari, biarkan Firman tersebut akan menjadi bagian dari dirimu, karena dengan cara itu, Firman Allah akan mengubah hidupmu.
Dan sekarang katakan pada Allah bahwa kamu disini untuk mendengarkan dan mengharapkan Dia berbicara langsung ke dalam hatimu.”

4.       LITURGI PERSEMBAHAN
Bunda Maria berkata: (Berdoalah seperti ini)
a.       Ya Allah, saya serahkan diriku, seluruh milikku, seluruh kemampuanku. Saya serahkan ke dalam tanganMu. Kembangkanlah ya Tuhan, sedikit yang ada padaku ini, bersama dengan kurban PutraMu. Ubahlah aku. Allah Yang Maha Kuasa, dalam doa yang sederhana ini, saya berdoa untuk keluargaku, mereka yang menolongku, setiap anggota gereja, mereka yang memusuhi kami dan juga mereka yang menyombongkan diri. Ajarkan aku kerendahan hati untuk berdoa bagi mereka supaya perjalanan mereka tidak terlalu berat.”
“Ini doa Para Kudus dan Aku mau kamu semua juga melakukannya.”
(Tiba-tiba beberapa karakter muncul dari samping setiap orang yang hadir di Misa itu, berjalan menuju altar, berwajah rupawan dan begitu bercahaya)
b.       “Amatilah! Mereka adalah malaikat pelindung dari setiap orang yang hadir di sini. Ini adalah saat dimana malaikat pelindungmu membawa persembahan dan permohonanmu di hadapan altar Allah.”
“Mereka adalah malaikat pelindung dari setiap orang yang mempersembahkan Misa Kudus ini dengan sepenuh hati, orang-orang yang sadar akan maksud dari perayaan ini. Mereka punya sesuatu yang ingin dipersembahkan kepada Allah.”
“Saat ini, serahkanlah dirimu, semua penderitaan, kepedihan, harapan, kesedihan, kebahagiaan dan permohonanmu. Ingatlah, Misa memiliki nilai yang tidak tertandingi. Oleh karena itu, bermurah hatilah dalam persembahan dan permohonan.”
(Di belakang sekelompok malaikat yang pertama, datang malaikat lainnya dengan tidak membawa apapun ditangannya).
c.        “Mereka adalah malaikat pelindung dari orang-orang yang datang tapi tidak pernah mempersembahkan apapun. Mereka tidak memiliki ketertarikan pada setiap liturgi dalam Misa Kudus dan tidak punya persembahan untuk di bawa ke altar Tuhan.
“Mereka adalah malaikat pelindung dari orang-orang yang ada di sini, tapi sebenarnya tidak ingin berada disini, mereka yang terpaksa untuk datang, yang hanya menjalankan kewajiban tanpa ada keinginan untuk ambil bagian dalam Misa Kudus. Para malaikat berjalan ke depan dengan muka sedih karena mereka tidak memiliki apapun untuk dibawa ke altar selain dari doa-doa mereka sendiri.”
“Jangan membuat sedih malaikat pelindungmu. Mintalah pengampunan bagi para pendosa, untuk perdamaian dunia, untuk keluarga dan tetangga, juga untuk mereka yang meminta bantuan doamu. Mintalah, tidak hanya untuk dirimu sendiri tetapi juga untuk orang lain.”
“Ingatlah bahwa persembahan yang paling menyenangkan Bapa adalah ketika kamu menyerahkan dirimu sendiri yang telah diselamatkan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbananNya. Apa yang harus kamu persembahkan kepada Bapa? Kerendahan hati dan dosa. Namun, persembahkanlah seluruhnya bersama dengan pengurbanan Tuhan Yesus.”

5.       DOA SYUKUR AGUNG
(Ketika umat berseru: “Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan....”, tiba-tiba muncul ribuan malaikat berlutut dengan tangan ditangkupkan dalam doa dan mereka menundukkan kepala dengan sangat hormat kemudian muncul orang-orang yang berbaris dengan wajah berseri dan penuh bahagia).
Bunda Maria berkata:
a.       “Mereka adalah para santo dan santa, diantara mereka juga ada kerabat-kerabatmu yang telah menikmati kehadiran Allah.”
(Bunda Maria berada tepat di sebelah kanan Imam, tetapi selangkah di belakangnya. Ia melayang di atas lantai, berlutut dengan nyaman, tembus pandang tapi pada saat yang sama, bercahaya seperti air yang samar-samar. Bunda Maria dengan tangan ditangkupkan terlihat menyimak dengan penuh hormat pada Imam).
b.       “Tentu sangat mengejutkanmu melihat Aku berdiri sedikit di belakang Imam? Inilah yang seharusnya terjadi. Dengan seluruh cintanya yang diberikan PutraKu kepadaKu, Ia tidak memberikan kemuliaan padaKu seperti yang diberikanNya kepada para Imam saat mereka mempersembahkan keajaiban dalam Misa melalui tangan-tangan mereka. Oleh sebab itu, Aku menghormati para Imam atas keajaiban yang Allah lakukan melalui mereka, yang mengharuskan Aku berlutut di sini, di belakang mereka.”
(Di depan altar, hadir beberapa bayangan orang berwarna abu-abu dengan tangan terangkat).
c.        “Mereka adalah jiwa-jiwa yang berada dalam api pencucian, yang menantikan doa-doamu untuk disegarkan. Jangan berhenti berdoa untuk mereka. Mereka berdoa untuk-mu tetapi tidak dapat berdoa untuk diri sendiri. Kamulah yang harus mendoakannya untuk menolong mereka naik ke Surga dan tinggal bersama Allah Bapa selamanya.”
“Sekarang kamu dapat melihat bahwa Aku selalu berada di sini setiap saat. Orang-orang pergi ke tempat di mana Aku menampakkan diri. Itu baik karena di sana mereka akan menerima rahmatnya.”
“Namun, Aku selalu hadir pada saat Misa Kudus. Kamu akan selalu dapat menemukan Aku di kaki altar di mana Ekaristi Kudus dirayakan. Di bawah kaki Tabernakel, Aku akan selalu di sana bersama dengan para malaikat karena Aku selalu bersama dengan Allah.”
(Melihat paras Bunda Maria dengan wajah berseri dan tangan ditangkupkan menanti keajaiban yang selalu berulang seperti yang berlangsung di Surga).
d.       “Katakan pada semua orang, bahwa tidak ada hal yang lebih tinggi kecuali ketika dia berlutut di hadapan Tuhan.”
(Saat Imam mengucapkan kata-kata dalam Konsekrasi dan mengangkat Hosti Kudus, terlihat ada semacam tanda yang mengeluarkan cahaya yang sangat kuat. Ternyata itu adalah Tuhan Yesus !!! Yesus mendekap Imam dengan kasihNya).
e.        “Jangan menunduk. Lihatlah Yesus dan renungkanlah. Pandanglah terus dan ucapkanlah doa! Ya Tuhan, saya mengimani, saya mengagumi, saya percaya dan mencintaiMu. Saya mohon pengampunan bagi mereka yang tidak mengimaniMu, tidak mengagumiMu, tidak percaya dan tidak mencintaiMu, mohon pengampunan dan belas kasih. Sekarang, katakan seberapa besar cintamu padaNya dan beri penghormatan bagi Raja segala Raja.
(Dengan cara inilah Yesus juga memandang setiap orang yang dikasihiNya).
f.        “Ini adalah keajaiban dari segala keajaiban. Saya sudah katakan sebelumnya bahwa Allah tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Karenanya, pada saat Konsekrasi, seluruh umat dibawa secara langsung dalam peristiwa penyaliban Yesus Kristus.”

6.       BAPA KAMI
Tuhan Yesus berkata:
a.       “Tunggu, AKU minta kamu berdoa benar-benar dari lubuk hatimu yang paling dalam. Pada kesempatan ini, ingatlah orang-orang yang telah menyakitimu, lalu bawalah mereka ke dalam pelukanmu dan katakan dengan segenap hatimu: Di dalam nama Tuhan Yesus, saya mengampunimu dan semoga damai Tuhan ada padamu. Dalam nama Tuhan Yesus, saya minta maaf padamu dan kedamaian ada padaku. Jika orang itu pantas menerima damai, maka dia akan menerimanya, dan merasa lebih baik karenanya. Tetapi, jika orang itu tidak dapat terbuka untuk menerima damai itu, maka damai itu akan kembali ke dalam hatimu.”
“Tetapi AKU tidak berkenan jika kamu hendak menerima ataupun menawarkan damai tetapi kamu tidak dapat terlebih dahulu memaafkan dan merasakan damai di dalam hatimu.”
b.       “Berhati-hatilah dalam bertindak. Kamu mengulang di dalam doa Bapa Kami, ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Jika kamu dapat sungguh mengampuni, bukannya melupakan, kamu berada dalam pengampunan Tuhan.”

7.       KOMUNI (Saat Imam Membagikan Komuni)
Bunda Maria berkata:
a.       “Inilah saatnya berdoa bagi para Imam. Ulangi bersama saya: Ya Tuhan, berkatilah, kuduskanlah, bantulah, sucikanlah, cintailah, lindungilah dan semangatilah mereka di dalam cintaMu. Ingatlah pada semua Imam di seluruh dunia, berdoalah bagi jiwa-jiwa mereka.”
“Inilah saat AKU senang memeluk jiwa yang datang dengan hati bersih untuk menerimaKu.”
Tuhan Yesus berkata: (saat menerima komuni)
b.       “Ekaristi adalah saat kemesraan yang paling dalam dengan AKU. Selama saat penuh kasih itu, AKU membuat suatu tindakan terbaik dari kegilaan yang dilihat manusia, membuat diriKU menjadi tawanan dalam cintaKU. AKU mengadakan Ekaristi. AKU ingin terus tinggal bersamamu sampai akhir zaman karena cintaKU tidak dapat meninggalkanmu seperti anak yatim-piatu, kamu yang AKU cintai melebihi hidupKU.”
“Kamu menyimak doanya?” (setelah beberapa orang yang telah menerima komuni dan mulai berdoa dengan rentetan daftar permintaan).
“Tidak sekalipun ia mengatakan bahwa ia mencintai AKU. Tidak sekalipun berterima kasih untuk apa yang sudah AKU berikan kepadanya dengan menyerahkan keALLAHANKU untuk hidupnya yang papa, untuk mengangkatnya menjadi sejajar dengan AKU. Tidak pernah dia berkata “Terima Kasih Tuhan.” Yang ada hanya daftar permintaan, yang juga dilakukan oleh hampir semua orang yang datang untuk menerima AKU. AKU mati karena cinta dan AKU telah bangkit. Karena cinta, AKU menantikan setiap orang dari kalian dan karena cinta, AKU tinggal bersamamu, tetapi kamu tidak menyadari bahwa AKU membutuhkan cintamu. Ingatlah, AKU meminta cintamu.”

8.       PENUTUP & BERKAT
(Ketika Imam mulai memberi berkat)
Bunda Maria berkata:
a.       “Dengan penuh perhatian, kamu melakukan suatu tanda yaitu Tanda Dari Salib. Ingatlah bahwa berkat ini mungkin menjadi berkat terakhir yang akan kamu terima dari seorang Imam. Kamu tidak tahu kapan akan meninggalkan dunia ini. Kamu juga tidak mengetahui apakah masih punya kesempatan untuk menerima berkat dari Imam yang lain. Tangan-tangan yang telah dikuduskan itu memberimu berkat dalam nama Tri Tunggal Yang Maha Kudus. Oleh karena itu, buatlah Tanda Salib dengan penuh hormat seolah-olah itu adalah yang terakhir dalam hidupmu.”
b.       “Janganlah buru-buru pergi setelah Misa selesai. Tinggalah sebentar bersamaKu dan nikmatilah....”
c.        “AKU ingin menyelamatkan ciptaanKU karena saat pintu Surga dibuka, telah banyak penderitaan. Ingatlah!!! Tidak ada seorang ibu yang memberi makan anaknya dengan tubuhnya sendiri, tetapi AKU telah melampaui cinta yang paling sempurna dengan memberikan bukti kepada kamu semua. Ekaristi adalah diriKU sendiri dan pengurbananKU di Kayu Salib. Tanpa pengurbanan hidupKU dan darahKU, apa yang kamu miliki untuk datang kepada Bapak? Tidak ada apapun, hanya kesengsaraan dan dosa.”
“Kamu seharusnya menerima lebih besar rahmat dari para malaikat karena mereka tidak dapat menikmati kebahagiaan dengan menerimaKU sebagai makanan seperti yang kamu lakukan. Mereka minum setetes air dari mata air, tetapi kamu mendapatkan karunia untuk menerimaKU.”

ALLAH MEMBERKATI KITA SEMUA
Catalina Lay,
Missionary of the Eucharistis Heart of Jesus

NB:
·         Yesus berkata tentang buah yang harus di hasilkan dari setiap komuni yang kita terima. Ada orang yang setiap hari menerima komuni tetapi hidupnya tidak berbuah, mereka berdoa berjam-jam dan melakukan pelayanan, tetapi hidup mereka tidak berubah. Kurban yang kita terima dalam Ekaristi, patut menghasilkan buah yang dari pertobatan dan kemurahan hati bagi sesama. Kita tidak boleh berdiam diri saja karena Tuhan telah mengutus kita, melalui Sakramen Pembaptisan, untuk memberitakan kabar baik dari Tuhan. Kita tidak boleh menyimpan kabar baik yang telah kita terima untuk diri sendiri, sedangkan banyak orang di sekitar kita yang memerlukannya.
·         Dengan kata lain, kita semua telah menerima begitu banyak berkat, tapi tidak berani meninggalkan lingkungan yang nyaman untuk berbicara pada yang membutuhkan. Di saat kita tidak mempunyai kesempatan untuk mendatangi penderita sakit, kita berdoa baginya, maka doa tersebut dapat membantu mereka dalam perjuangan hidupnya. Orang yang sekarat mempunyai rasa takut yang luar biasa, peganglah tangan mereka dan bicarakan tentang kasih Allah dan keajaiban yang menanti mereka di Surga bersama Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
·         Jangan biarkan waktu yang diberikan Tuhan hilang percuma. Kita harus menjadi perpanjangan tanganNya, diperlukan keteguhan hati dan keberanian. Kita harus menerima Yesus, hidup bersamaNya, dan memberi diri kita makan bersama Yesus.
·         Saudara-saudaraku, diwaktu yang  akan datang, jika kamu menghadiri Perayaan Misa Kudus, hayati dan hiduplah didalamnya. Saya tahu Allah memenuhi janjiNya untukmu dan Misa Kudusmu tidak akan seperti dulu lagi. Pada saat kamu menerimaNya, cintalah Yesus dengan sepenuh hatimu.



CARA-CARA MENCAPAI KERENDAHAN HATI

·         Berbicara sedikit mungkin tentang diri sendiri.
·         Uruslah persoalan-persoalan pribadi.
·         Hindari rasa ingin tahu.
·         Janganlah mencampuri urusan orang lain.
·         Terimalah pertentangan dengan kegembiraan.
·         Jangan memusatkan perhatian kepada kesalahan orang lain.
·         Terimalah hinaan dan caci maki.
·         Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah.
·         Mengalah terhadap kehendak orang lain.
·         Terimalah celaan walaupun Anda tidak layak menerimanya.
·         Bersikap sopan dan peka, sekalipun seorang memancing amarah Anda.
·         Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai.
·         Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat, walaupun Anda yang benar.
·         Pilihlah selalu yang tersulit.

Post a Comment