Social Icons

24 April 2011

"ANDA PUN MAMPU MELAKUKANNYA"


“Terluka karena kekejaman seorang musuh tidak sebanding dengan goresan luka
dari mereka yang kita cintai.”


Penyangkalan dan pengkhianatan selalu meninggalkan  luka batin bagi mereka yang disangkal dan yang dikhianati. Dan, sungguh benarlah bahwa luka yang ditimbulkan oleh musuh tidak sebanding dengan terlukanya batin karena perkataan dan perbuatan dari mereka yang kita cintai.  Kebenarannya terletak pada kenyataan ini; berhadapan dengan musuh atau orang-orang yang membenci kita pasti ada perasaan tidak senang tetapi terhadap teman atau orang-orang yang dekat dengan kita, orang-orang yang kita cintai, keadaan sebaliknya justru terjadi, yakni adanya cinta dan kepercayaan. Aku percaya bahwa setiap orang pasti telah mengalami bagaimana ia dikhianati oleh teman akrab, pasangan hidupnya, istri atau suaminya. Berapakah persahabatan yang telah  hancur berantakan hanya karena tindakan penyangkalan/pengkhianatan? Berapakah pertunangan yang akhirnya batal karenanya? Dan, tentunya lebih mengerikan lagi yakni berapakah rumah tangga yang akhirnya bubar atau setidak-tidaknya berantakan karena tindakan pengkhianatan oleh salah satu pasangan, atau bahkan oleh kedua-duanya? Sungguh, yang ada di sana hanyalah keadaan terluka yang mungkin saja bisa dimaafkan tapi akan sangat sulit untuk dilupakan sepanjang hayat.
Injil hari ini menceritakan dengan jelas bagaimana tindakan penyangkalan dan pengkhianatan dari kedua murid; Judas dan Petrus terhadap Yesus, Guru mereka. Sepertinya 3 tahun kebersamaan mereka dengan Yesus belum cukup untuk menyakinkan kedua murid ini akan cinta yang tak bertepi, cinta yang terberi tanpa syarat dari Yesus, Tuhan dan Guru mereka. Cinta dibalas dengan penyangkalan dan pengkhianatan, dan ini sungguh sangat menyakitkan karena dilakukan oleh mereka yang hidup, tidur, berjalan dan makan bersama-Nya selama 3 tahun yang penuh kenangan itu. Meskipun demikian, hal yang luar biasa dari Yesus, yakni kendatipun Ia mengetahui apa yang akan diperbuat oleh kedua murid-Nya ini namun cinta-Nya kepada mereka takan pernah berubah. Cinta adalah cinta. Cinta tak pernah berubah karena situasi penyangkalan dan pengkhianatan oleh mereka yang dicintai-Nya. Sekali cinta telah terberi maka untuk selamanya cinta itu akan mengalir dan takan kembali kepada sang pemilik cinta. Itulah cinta sejati dari seorang pencinta sejati. Dan, dia adalah Yesus yang sampai saat ini mencintaimu tanpa syarat kendatipun dosa-dosamu telah melukai Hati-Nya yang suci dan mulia itu.

Lain Yesus lain juga apa yang saudara dan aku alami ketika ada penyangkalan dan pengkhianatan dari mereka yang kita cintai. Apa yang terjadi dari kita ketika cinta dan kepercayaan dikhianati oleh mereka yang kita cintai adalah apa yang dinyanyikan oleh alm.Broery Pesulima; “Kau merubah cintaku jadi benci.” Ya, karena apa yang ada di dalam diri kita adalah apa yang dinyanyikan oleh Ade Bing Slamet; “Madu di tangan kananmu, racun di tangan kirimu. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku.” Ya, ada saja teman/orang yang nampak manis di mulut tapi jahat di hati; lembut dalam kata-kata tapi menyimpan rencana jahat di hati.  Karena itu ketika Anda menghadapi penyangkalan atau penghianatan dari mereka yang Anda cintai, aku datang kepadamu hari ini dan menguatkanmu dengan membisikan ini di telinga dan hatimu; “Kawan, Yesus telah lebih dulu mengalami luka pedih nan ngeri itu dari sahabat-sahabat-Nya sendiri.”Ia terluka karena penyangkalan dan pengkhianatan oleh sahabat-sahabat-Nya, namun ia tidak membiarkan lukanya membusuk dan mengubah cinta-Nya kepada mereka. Aku selalu meyakinkan Anda sebagai sahabat dan saudaraku bahwa “kesembuhan-Nya hanya bisa didapatkan ketika Ia rela mengampuni mereka yang telah menyangkal, menyiksa, mengkhianati bahkan membunuh-Nya.” Ia sendiri pernah berkata; “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka sedang perbuat kepada-Ku.”

Merenungi semua yang telah disebutkan di atas, tentunya ada yang akan mengatakan; Romo, ini susah dan tidak mudah untuk mengampuni dan melupakan luka karena  kata dan perbuatan orang lain kepadaku.” Dan, aku akan menjawabmu; “Bila Anda ingin agar lukamu membusuk dan semakin parah  maka janganlah mengampuni.” Lagi, jika pagi ini Anda diajak untuk mengampuni maka ketahuilah bahwa Tuhan masih dan akan tetap percaya kepadamu bahwa Anda bisa mengampuni/memaafkan mereka yang telah melukai dan mengkhianatimu. Aku yakin bahwa Anda akan bangga pada dirimu sendiri ketika Anda mampu mengampuni mereka yang menyangkal, mengkhianati dan terlebih mereka yang melukaimu dengan cara apa saja. Kubawa Anda sekalian dalam doaku agar selalu dan selalu mencoba untuk mengampuni mereka yang telah melukaimu.


Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat,

***Duc in Altum***
Post a Comment