Social Icons

24 April 2011

"KADANG KITA MUSTI KEMBALI..."



“Kembali ke tempat atau moment awal di mana kita telah memulai sesuatu juga menjadi salah satu jalan penyelesaian dari masalah yang kita hadapi.”

Kadang hidup membawa kita kepada akhir yang menyedihkan bahkan juga kematian dari mereka yang kita cintai. Menghadapi moment kehilangan bahkan kematian dari mereka yang kita cintai kadang membuat kita bertanya, mengapa hidup ini berlangsung terlalu singkat, atau mengapa hidup ini rasanya tidak adil? Jika Anda sempat menonton kembali film “The Passion of the Christ” Anda akan melihat bahkan turut merasakan hancurnya hati dan perasaan dari Bunda Maria dan Maria Magdalena ketika Yesus Yang mereka cintai harus meninggalkan mereka karena kematian-Nya. Sedih dan sedih adalah kata yang tepat untuk melukiskan gejolak hati dan batin karena peristiwa kematian mereka yang kita cintai.
Injil hari ini menceritakan tentang kembalinya Maria Magdalena ke kubur Yesus, pun kembalinya Petrus dan Yohanes untuk membuktikan kebenaran cerita Maria Magdalena, tetapi lebih indah dan sungguh mengagumkan yakni kembalinya Yesus kepada para murid-Nya setelah peristiwa kematian 3 hari untuk meyakinkan mereka yang percaya kepada-Nya akan kebangkitan-Nya. Dan, memang benar bahwa jika tidak ada kebangkitan maka iman kita akan menjadi sesuatu yang sia-sia.

Oleh karena itu, jika kesedihan menjadi pengalaman kita, jika perselihan dan pertengkaran kita alami baik bagi mereka yang telah berumah tangga, pun bagi mereka yang menjalin persahabatan, maka kadang kita harus kembali ke tempat atau moment di mana kita telah memulai merajut cinta dan persahabatan kita. Moment itu pasti menjadi kenangan yang tak terlupakan, yang  membuat dua hati telah berpaut dalam sebuah tali persahabatan bahkan ada yang melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ingatlah saat-saat indah itu dan pasti akan membuat otak dan hatimu tenang untuk dapat saling memaafkan satu dengan yang lain, tetapi terlebih agar kita dapat saling menguatkan. Itulah yang diperbuat oleh Yesus kepada para murid-Nya ketika mereka mengalami kesedihan karena kematian-Nya; ketika mereka kehilangan harapan hidup karena kepergian Dia yang mereka cintai; ketika mereka berada dalam kecemasan dan ketakutan karena ancaman terhadap nyawa mereka, maka Yesus bangkit dan datang  untuk menguatkan hati mereka. Ia datang untuk menghibur mereka. Ia datang untuk meyakinkan mereka bahwa iman kepada-Nya bukanlah sebuah kesia-siaan, melainkan sebuah kebenaran bahkan menjadi jaminan keselamatan mereka yang percaya kepada-Nya. Ia telah bersabda bahwa “Akulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.” Karena itu, dengan kebangkitan dan penampakkan-Nya kepada para murid mau mengatakan bahwaYesus kita sungguh Allah yang hidup. Ia sungguh Allah yang Ajaib.

Jika jalan itu telah dirintis, jika kebenaran itu telah dinyatakan dan jika kehidupan itu telah diberikan oleh Yesus kepada setiap dari kita dengan kebangkitan-Nya, maka sekarang saatnya kita masing-masing harus memilih; Mengimani Yesus dan tinggal di dalam Gereja  
Yang didirikan oleh tangan-Nya sendiri ataukah kita mencari yang lain di luar Diri dan Gereja-Nya?

Semalam dalam kotbah singkat di Gereja saya meyakinkan sauadar-saudara seiman bahwa banyak orang meragukan ke-Allah-an Yesus; Banyak orang mengatakan bahwa Yesus itu hanya seorang nabi; Ia hanya seorang putra Allah dan bukan Allah? Tapi kita, orang Katolik percaya bahwa Yesus adalah Mesias dan Penyelamat. Hanya Allah yang dapat bangkit seperti yang dialami oleh Yesus? Kalau Dia bukan Tuhan, maka pasti betapa istimewanya Dia sehingga Allah mau membangkitakan Dia. Dan, buktinya hari ini bahwa kubur-Nya telah kosong dan Maria Magdalena adalah saksi pertama dari kisah kebangkitan Yesus. Bukti kebangkitan bukan semata terletak pada kosongnya kubur melainkan karena Ia telah menampakkan Diri-Nya kepada mereka yang terpilih melihat dan bertemu dengan “Tubuh Kebangkitannya.” Inilah kebenarannya: “Semua orang pasti melihat Yesus sebelum kebangkitan-Nya, yakni pada saat Dia masih hidup sebagai manusia, tetapi tidak setiap orang layak untuk melihat dan bertemu dengan Dia setelah peristiwa kebangkitan-Nya. Hanya mereka yang sungguh percaya dan terpilihlah yang mendapatkan kesempatan seperti Maria Magdalena dan para murid untuk meyaksikan dan bertemu dengan Tubuh Yesus yang telah bangkit.” Apakah Anda pun merasa pantas dan layak, bahkan diizinkan untuk merasakan kehadiran Yesus yang telah bangkit? Semoga saja kebangkitan Yesus pun Anda alami dalam hidupmu setiap saat. Apa pun yang terjadi tetapi kebangkitan Yesus menjadi alasan bagi kita untuk berbangga karena kita mempunyai Tuhan yang sungguh Ajaib, dan Dialah Yesus. 




Water for ElephantsThe Lincoln Lawyer: A NovelPaper Airplane
Post a Comment