Social Icons

24 April 2011

"MENJADI SALURAN"


Sapaan seorang sahabat untuk para sahabat;

Kisah kecil ini muncul dan menjadi sebuah tulisan berserakan hanya karena kemacetan kran air di kamar mandiku.  

“Menjadi Saluran” hanya mau mengatakan betapa pentingnya kerelaan kita untuk memberi atau menjadi saluran berkat bagi orang lain. Bukankah hidup itu hanya berkualitas ketika saudara dan aku rela berbagi, atau setidak-tidaknya mampu menjadi saluran berkat bagi orang lain? 


“MENJADI SALURAN”


Setelah beristirahat yang cukup, aku pun bangun dan mandi di kamar mandi kecil yang asri, yang dilengkapi dengan air panas. Wow, rasanya nikmat sekali mendapatkan pelayanan seperti itu. Sayangnya, saluran air panasnya mengalir dengan pelan karena tekanan airnya yang kurang kuat. Mencoba mengeluh, teringat renungan “berhentilah mengeluh dan nikmati hidup,” karena itu lebih baik menikmati saja.

 Setelah sarapan pagi dan kembali ke kamar, aku diingatkan bahwa saluran air panas yang macet itu adalah pelajaran untukmu dan saudara-saudaramu. Dirimu bagaikan saluran air tapi sadarlah bahwa engkau bukan air. Air adalah milikku karena Akulah sumber mata air itu. Bukankah Musa menyentuh dinding batu itu dan keluarlah air bagi umat-Ku Israel? Siapakah yang bisa mengeluarkan air dari tembok batu itu selain Aku sendiri sebagai Allah Pencipta segala sesuatu? Bukankah Akulah yang menyediakan air di padang gurun ketika Hagar, hamba Sara dan anaknya Ismail berteriak kehausan? Apakah engkau bisa mengeluarkan air dari padang gurun seperti itu? Lagi, Akulah yang menyediakannya untuk Hagar dan anaknya.

Karena itu, sekali lagi kalau hidup masih terberi kepadamu, maka sadarlah bahwa itulah kesempatan bagimu untuk berbuat baik kepada Tuhan dan sesamamu. Buatlah semua itu tanpa keinginan untuk menjadi yang terkenal, bukan karena nafsu agar orang lain menghormati bahkan menyembahmu, tetapi karena kesadaran bahwa “kita ini hanya sebuah saluran kecil yang sementara dipakai oleh Tuhan untuk mengalirkan rahmat-Nya kepada orang lain di sekitar kita.” Ingatlah bahwa kita bukanlah air, apalagi sumber mata air. Kita hanyalah sebuah saluran buatan tangan Tuhan yang berfungsi atau tidaknya bukan tergantung pada diri kita sendiri melainkan pada kerelaan sang pemilik untuk menggunakan saluran yang ada pada kita. Bukankah Ia bebas menggunakan saluran mana yang Ia suka? Ini yang pasti dari Sang pemilik sumber air bahwa Ia mau menyalurkan airnya dari semua saluran yang telah Dia buat, tetapi masakah ada yang menutup lubang saluran dengan alat penyumbat sehingga air tidak bisa menembus dan mengalir melaluinya?

Karena itu, aku hanya mengingatkanmu sebagai saudaraku; “Bersyukurlah, jika saat ini Anda memiliki sesuatu dalam dirimu; entahkah buah-buah pikiran, ide dan nasehat; Jika saat ini Anda masih kaya, memiliki uang dan material lainnya, maka sadarlah bahwa inilah saatnya di mana Tuhan sedang mengalirkan air berkat-Nya melalui engkau.” Bisa saja akan tiba saatnya di mana air tidak akan mengalir lewat saluranmu, dan saat itulah Anda akan menyesal bahwa Anda tidak menggunakan saluranmu dengan baik ketika air bebas mengalir melalui saluranmu. Selalu saja masih ada waktu bagimu dan bagiku, bagi kita semua untuk saling berbagi, dan menjadi saluran air kehidupan bagi orang lain.


Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabat,

***Duc in Altum***
Post a Comment